Delapan pemuda yang asyik pesta narkoba di tempat wisata di kabupaten donggala sulawesi tengah digrebek petugas, para tersangka mengaku pesta sabu-sabu dan ganja untuk merayakan akhir liburan, kini para tersangka mendekam dalam sel tahanan polsek banawa.
Delapan tersangka yang ditangkap saat pesta narkoba di cottage harmoni tanjung karang kecamatan banawa kabupaten donggala yakni my mh man mn zk fz sd aa, para tersangka warga palu barat ini tidak dapat berkutik saat petugas mengrebek mereka di Salah satu cottage yang ada di kawasan wisata tanjung karang..
Meski digrebek petugas para tersangka berusaha menyembunyikan barang bukti berupa sabu-sabu dan ganja di dalam cottage, namun petugas berhasil menemukan semua barang bukti yang digunakan para tersangka di bawah kasur dan tikar, selain menemukan barang bukti di lokasi petugas juga menemukan ganja di dalam mobil milik salah seorang tersangka.
kapolsek banawa iptu andi mappaimang sh menuturkan pesta narkoba yang dilakukan delapan pemuda asal kota palu ini sudah menjadi target petugas, gerak-gerik para tersangka sudah diamati petugas saat memasuki arela wisata tanjung karang.
Sementara itu zk salah seorang tersangka mengaku pesta narkoba yang dilakukan bersama rekan-rekannya untuk melepas liburan panjang, mereka sepakat pesta narkoba di tempat wisata.
Guna penyidikan lebih lanjut delapan tersangka beserta barang bukti berupa tiga paket sabu-sabu dan 10,3 gram ganja serta peralatan menghisap sabu-sabu diamankan petugas di polsek banawa, para tersangka dijerat dengan undang-undang nomor 5 dan 22 tahun 1997 tentang psikotropika dan narkotika dengan ancamanan lima tahun hingga 10 tahun penjara.
Thursday, November 29, 2007
PESTA SABU-SABU DI LOKASI WISATA, 8 PEMUDA PALU DI TANGKAP
Posted by
Jejak Kehidupan
at
9:48 PM
0
comments
Saturday, November 24, 2007
KERINDUAN PADA IBU
Sosok ibu dalam kehidupan sangatlah berarti, dimana dia selalu menjaga dan merawat kita.
Terkadang kita selalu cuek dengan keberadaan seorang ibu dengan penuh kasih sayang yang sangat tulus dia berikan kepada kita.
Saya baru merasakan begitu besar sosok peranan seorang ibu dalam kehidupan.
Uda 15 hari saya hidup sendiri tanpa ada ibu di dekat ku, tepatnya sekarang ibu ku berada di kota samarinda bersama saudara perempuan ku.
Dihari pertama mereka berangkat hati ku masih seperti biasa, berselang 1 2 3 hari sampai 10 hari mereka belum kunjung datang dikarnakan sesuatu hal yang tidak di sangka..
Lantas ibu ku memberikan kabar klo kepulangannya di tunda berkisar 7 atau 8 hari lagi, dengan alasan tidak dapat tiket kapal, hati ku sangat sedih dimana aku sangat merindukan ibu ku berada di sampingku, tapi disisi lain saya tidak bisa memaksa karna saya tidak mau melihat ibu ku kecewa dengan perkataan ku.
Ibu saya sangat merindukan dan menyayangimu lebih dari apa pun.
Posted by
Jejak Kehidupan
at
9:06 AM
2
comments
Friday, July 6, 2007
PENYANYI DAN PENCIPTA LAGU MANADO TEWAS DITIKAM
seorang penyanyi dan pencipta lagu-lagu manado, sulawesi utara tewas ditikam rekannya sendiri, tersangka nekad menikam korban lantaran membela rekannya yang dipukul korban, kini kedua tersangka diamankan di polres minahasa untuk menjalani proses hukum.
suasana duka menyelimuti rumah keluarga rull kuron di kelurahan watulambot, tondano utara. meldi kuron (27) pemuda yang dikenal sebagai penyanyi dan pencipta lagu khas manado tewas akibat ditikam rekannya, luka tusuk badik dibagian punggung hingga tembus ke jantung membuat nyawa korban tidak dapat tertolong.
dua tersangka pelaku penikaman iw (23) dan ns (20 tahun) keduanya warga kelurahan wewelan tondano utara, usai kejadian langsung diringkus petugas. tersangka iw mengaku nekad menikam korban lantaran membela rekannya tersangka ns yang dipukul korban.
dituturkan kedua tersangka sebelum kejadian keduanya tengah berpesta miras cap tikus di acara disko, dalam kondisi mabuk korban berselisih dengan ns. melihat rekannya dipukul korban iw langsung menikam korban dengan badik milik ns..
tewasnya meldi kuron membuat keluarga korban terpukul, pasalnya korban ayah dari seorang anak ini yang juga seorang penyanyi dan pencipta lagu manado dan telah mengeluarkan satu album lagu manado bersama grup musiknya adalah tulang punggung keluarga.
sebagai ungkapan duka cita keluarga dan kerabat korban di tkp diletakkan karangan bunga, kasus ini ditangani polres minahasa, sementara dua orang tersangka ini harus mendekam di sel tahanan mapolres minahasa untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Posted by
Jejak Kehidupan
at
3:41 AM
0
comments
GELANG SISIK PENYU DI BANGGAI TERANCAM PUNAH
bagi warga sulawesi tengah kerajinan berupa gelang dari sisik penyu merupakan kerajinan andalan bagi warga kabupaten banggai, keunikan yang dimiliki gelang dari sisik penyu ini berbeda dengan gelang-gelang yang terbuat dari kulit binatang yang ada di tanah air, sayangnya kerajinan gelang dari sisik penyu terancam punah karena adanya larangan pemakaian sisik penyu.
mahamir tintis pria usia 64 tahun yang berasal dari desa jaya bakti kecamatan pagimana kabupaten banggai dikenal warga pandai membuat gelang tangan, namun gelang yang dibuatnya bukan sembarang gelang tapi yang terbuat dari sisik penyu.
hanya bermodalkan perlengkapan seadanya muhamir tampak tekun mengerjakan pesanan pelanggan yang ingin dibuatkan gelang dari sisik penyu, pertama-tama mahamir mempersiapkan bahan baku yaitu lembaran sisik penyu yang masih tidak beraturan..
selain mempersiapkan sisik penyu mahamir mengambil gergaji dan sebilah pisau.gerjaji digunakan untuk mengegrgaji sisik penyu sesuai ukuran gelang yang diinginkan, setelah itu sisik penyu yang telah diiris dihaluskan dengan menggunakan kertas pasir amplas dengan 2 jenis yaitu ukuran 220 dan ukuran 1000.
agar gelang tampak mengkilap mahamir menempelkan telapak tangannya dan menggosokan pada bagian depan gelang, cukup mengagumkan gelang kulit penyu itu berkilau.
setelah itu mahamir mengambil kayu bakar yang masih ada baranya, bara kayu bakar ini digunakan untuk membengkokan kulit penyu sehingga berbentuk lingkaran, selain menggunakan bara kayu bakar mahamir mempergunakan lampu gas petromaks, sayang akibat harga minyak tanah yang terlampau mahal mahamir lebih sering menggunakan bara kayu bakar.
hanya dalam hitungan menit mahamir telah menyelesaikan beberapa buah gelang sisik penyu yang siap dijual, dalam sehari mahamir mengakui dapat menyelesaikan 40-100 buah gelang cantik yang terbuat dari sisik penyu.
mahamir mengakui meskipun telah 38 tahun menggeluti pembuatan gelang dari sisik penyu namun kehidupan mahammir tak kunjung membaik, upah atau keuntungan dari pembuatan gelang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok dan membeli bahan baku penyu yang
setiap kilonya harus menghabiskan rp 400.000 terlebih lagi adanya larangan untuk menggunakan sisik penyu, bahkan mahamir pernah ditahan lantaran membeli sisik penyu.
gelang sisik penyu merupkan hasil kreasi mahamir sendiri, dimana gelang yang memiliki 2 ruas diberi nama gelang dua dara untuk ruas 3 diberi nama 3 dara, untuk gelang polos dibagi dalam tiga nama yaitu persahabatan perkenalan dan perpisahan.
gelang ukuran dewasa mahamir menjualnya dengan harga 7 ribu hingga 8 ribu rupiah per gelangnya, untuk ukuran anak-anak berkisar antara 2.000 hingga 5.000 pergelang, menurut kepercayaan penduduk setempat gelang dari sisik penyu ini bisa berkhasiat jika digunakan oleh lelaki, karena kebanyakan sisik penyu diambil dari sisik penyu betina maka diyakini akan membawa daya tarik untuk wanita jika digunakan oleh kaum pria.
meskipun dikelolah secara sederhana dengan peralatan sederhana mahamir mengakui pemesenan gelang meliputi wilayah palu, gorontalo, makassar dan manado.
Posted by
Jejak Kehidupan
at
3:39 AM
0
comments
RICUH EKSEKUSI RUMAH DI PALU
eksekusi rumah di jalan masjid raya kota palu sulawesi tengah diwarnai kericuhan, warga yang menghuni rumah menolak rumah dikosongkan dan bersitegas bertahan di rumah yang diklaim sebagai miliknya.
kericuhan ini bermula ketika tim eksekusi yang dipimpin asisten pidana umum kejaksaan negeri palu syahrul alam sekitar pukul 12.30 wita mendatangi lokasi eksekusi, kepada penghuni rumah tim eksekusi meminta agar rumah segera dikosongkan baik penghuni maupun barang-barang di dalamnya, eksekusi ini berdasarkan putusan mahkamah agung republik indonesia yang dikeluarkan januari 2007 silam.
namun penghuni rumah bernama alfonso menolak dengan alasan dirinyalah pemilik sah rumah ini, akibatnya terjadi perang mulut antara tim eksekusi dan alfonso serta anggota keluarganya, insiden ini menarik perhatian warga sekitarnya..
suasana semakin memanas ketika salah seorang anggota keluarga alfonso datang dan menolak rumah tempat tinggalnya serta barang-barang di dalamnya di eksekusi, mereka menuding aparat kejaksaan telah disogok sehingga ngotot melakukan eksekusi.
meski dihalang-halangi namun pihak kejaksaan dibantu puluhan aparat kepolisian dari polresta palu tetap melakukan eksekusi, seluruh barang-barang dalam rumah yang telah dijadikan tempat kost ini dikeluarkan satu per satu.
pihak kejaksaan negeri palu menyebutkan eksekusi ini dilakukan berdasarkan putusan mahkamah agung ri yang dikeluarkan januari 2007 dimana rumah yang selama ini dihuni alfonso harus segera dikosongkan dan dikembalikan kepada pemiliknya yang sah yakni jodie massie.
sengketa rumah ini bermula ketika pemilik rumah john massie menjual rumahnya kepada saudaranya daniel massie ayah kandung jodie massie belasan tahun silam, namun beberapa tahun kemudian daniel meninggal dunia sehingga jodie yang berdomisili di jakarta datang ke palu dan bermaksud mengambil rumah warisan ayahnya.
namun niatnya ini dicegat oleh john massie dan membantah telah menjual rumah ini ke daniel massie, jodie yang merasa telah ditipu pun memperkarakannya ke pengadilan negeri dan akhirnya dinyatakan sebagai pemenang, proses hukum ini berlanjut hingga tingkat kasasi dan jodie tetap dinyatakan pemenang, meski kalah john bersama anaknya alfonso tetap ngotot dan menempati rumah ini.
Posted by
Jejak Kehidupan
at
3:23 AM
0
comments


